
Jakarta - Suka BBQ daging, sate daging, atau beefsteak? Daging sapi yang sudah dipanggang permukaannya kecokelatan dan memberi rasa gurih enak. Namun, sebaiknya jangan terlalu sering mengonsumsi jenis sajian ini karena berisiko diabetes dan obesitas.
Sebuah penelitian mengklaim bahwa mengonsumsi daging panggang seperti sosis atau ayam olahan secara signifikan, dapat meningkatkan risiko terkena diabetes dan obesitas. Para peneliti di Mount Sinai University, New York, telah menemukan bahwa senyawa yang ditemukan ketika makanan dimasak dalam keadaan panas kering dapat memicu kenaikan berat badan yang signifikan, resistensi insulin, dan diabetes tipe 2.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa mengonsumsi daging merah olahan sebanyak 50 gram setiap hari, sudah cukup untuk meningkatkan kemungkinan terkena diabetes tipe 2 sebesar 51%. Daging merah yang belum diproses, seperti steak, ditemukan dapat menjadi risiko utama dengan hanya mengkonsumsi sebanyak 100 gram per hari.
Daging matang yang dipanggang atau digoreng dapat menimbulkan kerak atau gosong di permukaannya. Jika dimakan daging ini dapat meningkatkan dua kali lipat risiko kanker. Metode memasak dengan cara menggoreng atau memanggang sangat berbahaya karena panas yang hebat mengubah gula dan asam amino dari jaringan otot menjadi senyawa penyebab kanker.
Para peneliti telah menemukan bahwa memanggang dan menggoreng makananan menciptakan senyawa yang disebut methylglyoxal (MG), jenis produk akhir glikasi lanjut (AGE). AGE telah ditemukan dapat menurunkan mekanisme pelindung tubuh yang mengendalikan peradangan.
Peradangan dikenal sebagai pemicu sejumlah penyakit kronis, termasuk diabetes, penyakit jantung, kanker, arthritis, dan alzheimer. “Temuan ini sangat bermanfaat untuk mengetahui bagaimana kita memahami dan mencegah epidemi diabetes dan obesitas yang dialami oleh manusia,” kata Profesor Helen Vlassara yang melakukan penelitian.
Timnya merekomendasikan metode yang berbeda untuk memperoleh makanan sehat, seperti merebus dan mengukus. Penelitian ini telah diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences
Mutiara Adistie Putri - detikFoodMutiara Adistie Putri - detikFood
Tidak ada komentar:
Posting Komentar