
IDUL Fitri belum lama berlalu. Momen ini seharusnya dijadikan refleksi untuk menyaring kesalahan-kesalahan di masa lalu dan membersihkan diri dari noda dan dosa. Saling memaafkan dengan orang lain sudah menjadi hal lazim.
Namun sudahkah Anda berdamai dengan diri sendiri?
Memaafkan diri sendiri juga berarti menghapus segala keuatiran dan ketakutan yang kerap muncul dalam menghadapi masa-masa sulit. Rasa takut ini seringkali menjadi jebakan yang membuat Anda pesimis dan menyalahkan diri sendiri. Padahal, jika Anda dapat berdamai dengan diri sendiri, Anda dapat melalui masa-masa sulit dengan fokus dan penuh ketenangan.
1. Menerima kenyataan
Alih-alih protes pada diri sendiri akan segala keterbatasan yang dimiliki, mengapa tidak menerima diri Anda apa adanya? Menerima kenyataan merupakan titik awal dari sikap optimis dan pandangan jernih terhadap diri. Kesempatan promosi dari atasan jatuh pada sahabat Anda, bukan pada Anda? Jangan dulu mengira Anda tidak layak mendapat kesempatan emas. Anggap ini sebagai perpanjangan waktu bagi Anda untuk menunjukkan usaha lebih keras. Percayalah, keterbatasan apapun yang Anda miliki, Anda akan menemukan solusi alternatif untuk menyiasatinya.
2. Belajar ikhlas
Mengalah bukan berarti kalah. Saat Anda menghadapi kegagalan, di saat itu pulalah kekuatan Anda bertambah. Pepatah mengatakan, orang yang kuat adalah orang yang banyak menerima cobaan. Kekuatan akan semakin bertambah jika Anda mempertebal keikhlasan dalam menerima kegagalan. Alih-alih menggerutu sambil menahan kecewa, mengapa tidak mencari tahu titik kelemahan dan mencoba untuk memperbaikinya?
3. Senyum
Saat Anda gagal meraih keinginan, tersenyumlah. Gerakan rahang dan tulang pipi saat tersenyum akan mengaktifkan sensor syaraf dalam otak yang memicu produksi hormon bahagia. Saat Anda tersenyum--walau dipaksakan--hormon-hormon baik dalam otak akan membuang bad mood dari pikiran. Hindari menyalahkan diri sendiri atas kegagalan yang dialami dan mulailah memasang senyum termanis di wajah Anda
Tidak ada komentar:
Posting Komentar