Jumat, 02 November 2012

Apa yang Bisa Kita Ambil dari Konflik Lampung

 Inilah indonesia,entah kapan dimulainya kebencian antar etnis seperti ini,padahal dulu kita mendirikan bangsa berikrar untuk menjadi satu. Sumpah pemuda adalah satu representasi dari itu, semangat perjuangan begitu menyulut rasa nasionalisme kita, penjajahan yang begitu lama barangkali turut andil dalam terciptanya rasa persaudaraan anak bangsa,merasa senasib sehingga bersama - sama berjuang demi mendirikan suatu Bangsa bersama, Indonesia Raya.

Setelah sekian lama merdeka ternyata rasa persaudaraan itu bukannya bertambah erat,bahkan memudar,kekerasan etnis di Lampung yang terjadi beberapa hari yang lalu disusul pernyataan warga yang diwakili tokoh setempat untuk merelokasi warga Balinuraga dari Lampung seperti menegaskannya, begitu sulitkah kita melihat kesamaan diantara kita,sehingga heterogenitas terlalu hina untuk diakui

Ssaya ingat ketika berkunjung di suatu desa di Karangasem, disana terdapat komunitas muslim bugis yang orang bali menyebutnya dengan Nyama Selam (Nyama = saudara,Selam = Islam) yang telah hidup berdampingan sejak lama, tidak memungkiri terjadinya konflik yang di antara kelompok ini,namun konflik kecil yang terjadi tidaklah terlalu dibesar-besarkan apalagi dibumbui dengan SARA, pun dengan sedikit musyawarah habis perkara. Tidak sampai berkhir dengan usir-usiran.

Andai saja toleransi ini terjadi di seluruh nusantara,begitu besar bangsa kita jadinya. Sejatinya keberagaman adalah karunia Tuhan untuk bangsa ini. Dapat dibayangkan,berapa potensi yg dihasilkan dari keberagaman ini.

Desa Balinuraga di Way Panji, Lampung selatan merupakan salah satu desa besar yang corak Balinya begitu kental,disini transmigran asal Bali telah tinggal selama beberapa generasi, menjadi orang Lampung namun tidak kehilangan identitas budaya Bali, kalau saja pemerintah setempat bisa mengelola itu,bisa jd potensi wisata yang bagus, wisatawan tidak perlu ke Bali untuk melihat budaya Bali, cukup ke Lampung saja, dan bukan hanya budaya Bali, disana juga terdapat budaya Jawa, Padang dan lain - lain. Dengan begitu perekonomian dan pendapatan daerah pun bisa meningkat, rakyat sejahtera dgn tidak hanya mengandalkan sumber perkebunan semata.

Tidak perlu jauh - jauh mencari contoh liat saja malaysia, mrk dgn pandainya memanfaatkan keberagaman mrk untuk menarik wisatawan,Budaya melayu,Budaya china,india,bahkan budaya jawa mrk kemas apik dgn slogan “truly asia” shg wisatawan cukup ke sana saja untuk melihat budaya-budaya tsb

Jadi Apakah pemerintah khususnya pemerintah Lampung maupun masyarakat lampung tertarik dengan hal ini, atau tetap bersikukuh mengusir Warga Balinuraga dari Lampung?, Hmmm…. mungkin jika di pindahkan ke Malaysia, mereka denganakan senang hati akan mengadopsinya.

Sumber


Tidak ada komentar:

Posting Komentar